Dengan menguasai ajian ini, tidak saja membuat pengamalnya berwibawa, tetapi bentakan suranya bak halilintar....
Banten
yang kini menjadi sebuah propinsi, ternyata namanya sudah dikenal sejak
jaman dahulu. Dengan kata lain, walau muda dalam usia (propinsi),
tetapi nama Banten telah melewati bahkan teruji selama beberapa kurun
jaman. Bermula sejak jaman Kerajaan Pajajaran, jaman kewalian,
penjajahan bahkan sampai sekarang ketika jaman mulai menginjak pada
milenium yang ke-3 nama Banten tetap harum, apalagi kalau dikaitkan
dengan ilmu-ilmu yang berbau magi.
Salah satu kesenian rakyat Banten
yang sampai sekarang masih amat digemari dan sekaligus mampu mencekam
hati para penontonnya adalah kesenian Debus. Salah satu gereget kesenian
yang satu ini sering menampilkan adegan kekebalan. Misalkan saja, tubuh
si pendekar Debus dibacok bahkan terkadang disayat dengan senjata
tajam, tetapi tubuh itu tak luka barang sedikit pun. Dan tak berhenti
sampai di situ, ada juga adegan yang tak kalah seram, seperti berjalan
di atas bara api atau tidur di atas sehelai papan yang penuh berisi
paku-paku tajam. Hasilnya sama, tubuh sang pendekar tetap utuh tak
kurang suatu apapun!
Di jaman silam Banten telah banyak melahirkan
para jawara pilih tanding. Hanya saja menurut kepercayaan, para jawara
Banten agak segan jika berhadapan dengan tokoh-tokoh dari Cirebon. Hal
ini bisa dimaklumi, karena Sultan Hasanuddin sang raja pertama penguasa
Banten adalah salah seorang putra dari Sinuhun Jati, Raja dan sekaligus
Waliyulloh di Kesultanan Cirebon
Dari
salah seorang yang pernah malang melintang di dunia hitam, dan sudah
tentu kini telah taubat. Menurutnya, kini ilmu ini telah menjadi salah
satu ilmu kadigdayaan yang tergolong langka.
Si pemberi ilmu yang
pernah menjadi salah satu target operasi PETRUS (Penembak Misterius) ini
mengaku bisa meloloskan diri berkat kehebatan ilmu ini. Sumber yang
enggan disebutkan jati dirinya itu, mengatakan bahwa Aji Keseraban ada
dua macam. Yang pertama untuk kedigdayaan sedangkan satunya lagi untuk
pengasihan. Bahkan menurutnya, Aji Kaseraban yang untuk kedidayaan, sama
kekuatannya dengan Aji Gelap Sewu, Gelap Ngampar ataupun Gelap Sayuta.
Jika
ditinjau dari arti harfiahnya, Keseraban berasal dari kata "serab" yang
dalam bahasa Jawa mempunyai arti silau. Oleh karena itu bagi yang
mengamalkannya, selain membuat diri menjadi berwibawa, bentakan suara
yang keluar dari mulutnya juga bak halilintar yang menyambar. Di samping
itu, ajian ini mampu membuat diri si pengamalnya tak pernah mengenal
rasa takut. Oleh karena itu, ajian ini amat cocok jika diamalkan oleh
para petugas keamanan dalam arti yang seluas-luasnya. Mulai dari TNI,
POLRI bahkan sampai SATPAM dan HANSIP.
Agar para pembaca tidak penasaran, berikut ini aji Keseraban beserta tata laku serta pantangannya. Adapun mantranya adalah:
Bissmillaahirrohmaanirrohiim,
Sececunduk bintang timur,
Secolat bintang larangan,
Ali-ali kudamula,
Ali-ali kadimacan,
Ciduh aing sina gugur,
Rehak aing sina gelap,
Bul dicandung ke bulan,
Neretep ke serngenge,
Bayu seret bayu serab,
Bayu keseraban aing,
Aing beki aing wani,
Aing tu aya wani aning wani,
Aing sejatine manusa.
Lakunya:
Puasa Ngelowong (puasa tidak makan tidak minum) selama 3 hari 3 malam berturut-turut.
Pantangannya:
Jangan
melanggar apa yang dilarang Allah SWT, jangan membentak orang yang
lanjut usia, anak kecil dan para ibu yang sedang hamil.
Demikian
tulisan ini semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasaan pembaca
sekalian terutama tentang ilmu-ilmu gaib yang belakangan sudah mulai
langka.